For The Best Future

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

For The Best Live

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

Good Way

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

Don't Stop For Trying

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

Here I Am

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

3 Sep 2012

Melepas Penat Di Pulau Tidung

Liburan Panjang Lebaran Tahun 2012 ini, Oh iya SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI bagi Teman-Teman yang merayakanya MOHON MAAF LAHIR & BATIN.
Liburan panjang karena libur Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus hanya berbeda 2 hari dengan Idul Fitri yang jatuh tanggal 19 Agustus 2012 yang lalu. Jadi liburan tersebut harus di manfaatkan sebaik-baiknya.  

PULAU TIDUNG, mungkin sebagian teman-teman masih asing mendengarnya dibanding Pulau Untung Jawa atau Pulau Bidadari di Kepulauan Seribu. Tapi tidak sedikit pula teman-teman yang pastinya sudah tau tentang pulau ini dan bahkan telah pernah mengunjunginya, ok ini tak menjadi soal teman-teman sudah pernah kesana atau belum tapi tulisan saya ini hanya memberikan gambaran bahwa wisata pulau kita cukup banyak dan memiliki keindahannya tersendiri.

Dalam 1 pekan sebelum lebaran saya sudah 2 kali kepulau Tidung, yang pertama bersama rombongan Keluarga besar yang jumlahnya 43 orang (Pindahan!!!) dan yang kedua bersama sahabat-sahabat saya.
 Photo : Di Kapal berkapasitas 150 penumpang

 
Akses ke Pulau Tidung :
Pada keberangkatan pertama tanggal 11 Agustus 2012, saya tidak bisa ikut rombongan yang berangkat pagi hari melalui Pelabuhan Nelayan Muara Angke tapi saya nyusul untuk keberangkatan siang hari karena paginya saya masih masuk kantor.

Nah  minim informasi mengenai rute ke Pelabuhan Muara Angke dan jadwal keberangkatan kapal, 
akhirnya saya sedikit berlelah-lelah. Tapi melalui informasi dari saudara yang pertama berangkat ada kapal yang berangkat jam 12.00 WIB

Dari Informasi tersebut maka jam 10.00 WIB, saya berangkat dari  kantor yg terletak di daerah Cililitan dengan menggunakan Busway arah Pluit, berhubung buswaynya hanya sampai Grogol, saya pun Transit di halte Grogol-2 untuk melanjutkan Busway kearah Pluit tapi saya tidak sampai halte Pluit melainkan turun di halte busway Penjaringan ( halte sebelum halte Pluit). Persis didepan halte (nyeberang dulu brow..) yang berhadap-hadapan dengan Emperium Mall Pluit telah ngetem Angkot B-01 tujuan muara angke dan saya pun naek angkot tersebut.

Berhubung angkot B-01 yang saya tumpangin tidak sampai masuk kedalam pelabuhan Angke (alasan sopirnya mau makan...), saya hanya turun persis di Jembatan kearah pelabuhan dan bayar ongkos Rp 3000,-. Saya jalan terus kekiri sekitar 20 meter dan kemudian nyebrang kemudian jalan lurus (kagak ngerti pelabuhannya sebelah mana). Akhirnya nanya ke orang sekitar, Pelabuhan ke pulau seribu dimana ya pak?? karena memang orang sono si bapak dengan sigap mengarahkan, " lurus aja terus mas, sampai ketemu POM Bensin, nah itu sdh pelabuhan, masuk aja lewat lorong persis disebelah POM tersebut.
Dengan mengikuti jalan yg diarahkan si bapak tersebut akhirnya saya sampai di pelabuhan ya kira2 500 meter lah jaraknya.

Sesampainya di Pelabuhan Nelayan saya coba tanya ke pak Polisi yang kebetulan bertugas di area tersebut, dan saya pun KAGET karena berdasarkan keterangan pak Polisi tersebut bahwa tidak ada keberangkatan kapal siang dari Pelabuhan Nelayan (pelabuhan lama), tapi si pak Polisi memberi saran agar saya ke Pelabuhan KALI BARU, "naik ojek sepeda aja mas, yang ada di pojok lorong situ, pasti dianterin ke sana" kata pak Polisi tersebut.
Mengikuti kata2 bapak tersebut saya langsung menuju keluar lorong  dan memanggil ojek sepeda yang sudah banyak ngetem disitu, dan langsung meminta diantarkan ke Pelabuhan KALI BARU.
Kira-kira 10 menit perjalanan dengan Ojek Sepeda akhirnya saya sampai di Pelabuhan Kali Baru. Dan bayar ongkos ojek Rp 7.000,-

Saat sampai di area loket ternyata sudah lumayan banyak orang yang ingin menuju pulau seribu, saya pun langsung membeli tiket ke loket, Tapi si petugas loket langsung berkata, "Loket buka jam 12.00 mas, mau kemana??" saya jawab ke pulau Tidung. Berapa orang mas? hanya sendiri, jawab saya.
si petugas berkata :" Tasnya di susun saja mas sesuai urutan dan sesuai tujuan".
Disebelah kiri loket saya melihat sudah banyak TAS yang tersusun sesuai antrian dan tujuan keberangkatan dan saya pun langsung meletakkan Tas saya sesuai antrian.

Pertama-tama saya heran dan aneh juga melihat prosedur pembelian tiketnya, ternyata setelah tanya-tanya baru saya tahu bahwa kapal yang akan kita tumpangi adalah KAPAL KERAPU berkapasitas hanya 25 (Dua puluh lima) orang kecuali kalau Kita berangkat dari Pelabuhan Nelayan Lama (tempat pertama yang saya tuju) Kapalnya besar-besar dan berkapasitas sekitar 150-200 orang, sehingga dengan keterbatasan kapasitas dengan menggunakan KAPAL KERAPU maka wajib hukumnya untuk antri. Berarti MOTTO nya : "YANG DATANG DULUAN, YANG BERANGKAT TERLEBIH DAHULU. JIKA KAPASITAS PENUH, MAAF ANDA HARUS BATAL BERANGKAT :)".

Jam 12 loket dibuka, dan kami yang telah menyusun tas sebelumnya mengantri lagi sesuai urutan tas, setelah bayar Tiket Kapal seharga Rp 30.000,  akhirnya saya dapat tiket ke Tidung.
Sekitar jam 12.45 kami sudah naik ke kapal sesuai tujuan masing-masing, dan wesssss... mesin kapal pun dinyalakan dan kami berangkat. Wow cepat juga nih kapal, dan kita serasa melayang  didalamnya. Sebelum sampai di pulau Tidung, kapal bersandar terlebih dahulu di Pulau Untung Jawa kemudian Pulau Lancang untuk menurunkan penumpang di pulau-pulau tersebut, dan dalam waktu sekitar 1 Jam 15 menit akhirnya saya sampai di pulau TIDUNG.

Wow saya merasa lelah perjalanan hilang....saat melihat air laut di sekitar dermaga Tidung cukup jernih dan ikan-ikan kelihatan berenang-renang didalamnya.


Photo : Wellcome to Tidung Island
Sampai di Derrmaga saya turun dan langsung menuju Jembatan Cinta, karena info dari rekan2 mereka sudah disana sedang bersantai,  berenang dan sebagian bersnorkling ria. Karena tidak tau dimana jembatan cinta saya pun naik bentor (becak motor) dan diantar ke Jembatan Cinta (bayar Rp 10.000,) ternyata jalan kaki juga tidak jauh2 amat dan tidak susah karena keluar dermaga langsung belok kanan, lurus terus..... sudah sampai di Jembatan cinta (jalan kaki sekitar 15 menit-an).

Sampai di jembatan cinta saya merasa lelah saya semakin hilang karena melihat dan merasakan suasana laut yang indah dan bening. Berjalan menyusuri jembatan cinta menuju Pulau Tidung Kecil (Posisi keluarga dan rekan-rekan saya sedang bersantai) sungguh mengesankan.


Photo : Jalan menuju Jembatan Cinta
 Photo : Menatap Sunset dari Jembatan Cinta + Lagi berenang disekitar Jembatan Cinta

Info Penginapan :
Di Pulau Tidung tidak ada Villa, Cottage apalagi Hotel, yang ada hanya perumahan-perumahan yang dikelola warga sekitar menjadi penginapan. Harga perkamar berkisar Rp 250.000,- per malam. Kalau dihari libur akhir pekan biasa kita tidak perlu khawatir tidak dapet penginapan, tapi akan sangat sulit dapat penginapan di hari-hari libur panjang atau hari libur besar.


 Wahana hiburan di Pulau Tidung :
Banana Boat, Dounat Boat, Snorkling, Berenang di pantai, Loncat dari Jembatan Cinta, Memancing.

Malam hari Kita bisa Barbeque-an karena di hampir setiap penginapan yang posisinya menghadap pantai pasti ada fasilitasnya dan Kita tinggal menghubungi nelayan setempat atau yang jaga penginapan untuk membeli ikan dan bahan-bahannya.



 Kelemahan Wisata Pulau Tidung :
Karena tempat wisata Pulau yang baru di kelola sekitar 3 tahunan, sehingga masih banyak kekurangan disana-sini, seperti fasilitas, akses, dan wahana hiburan yang masih belum variatif.
Air juga menjadi kendala di Pulau Tidung, bukan volumenya melainkan rasanya yang Payau dan sedikit berlendir.

Photo : Menikmati Pantai Tidung Kecil
Info Tambahan : 

- Pulau Tidung terbagi 2 pulau yaitu Tidung Besar dan Tidung Kecil.
- Posisi Tidung kecil diseberang Tidung Besar dan dapat di tuju melalui Jembatan Cinta.
_ Cobalah mengeliligi sisi pantai Pulau Tidung Kecil dan Anda akan mendapat sensasi lain dari hanya sekedar berenang disekitar Jembatan Cinta. (sekitar 2 jam mengelilinginya - itu sdh termasuh photo-photo).
- Pergunakanlah pelampung jika ingin berenang karena masih banyak terdapat Bulu Babi di sebagian tempat di Pulau Tidung.
- Kapal menuju Tidung ada 2 lokasi yaitu di Pelabuhan Lama Muara Angke dan Pelabuhan Baru (Kali Baru).
- Tibalah paling lambat jam 6 pagi jika Anda ingin menuju Tidung menggunakan kapal pagi yang berangkat jam 7.00 WIB, terserah Anda mau berangkat dari Pelabuhan lama atau dari Kali Baru. Dan tibalah paling lambat jam 11.30 WIB jika kita ingin keberangkatan Kapal siang hari melalui Kali Baru.
Photo : Ber-Snorkling Ria
- Jangan takut gak makan, karena Pulau Tidung dihuni oleh sekitar 4000 penduduk, dan sistem perekonomiannya sudah berjalan dan telah banyak warung-warung yang menjajakan makanan

Photo : Lagi Nunggu Makan Siang (Di Warung Padang, sekitar 400 meter sebelum Jembatan Cinta)


Jika Anda dan Keluarga atau Teman ingin berlibur di pantai atau pulau, Pulau Tidung adalah salah satu pilihan yang cukup baik. Dan dari pulau ini Anda juga bisa melanjutkan wisata ke pulau Pramuka atau Pulau Bidadari.
=SALAM INDONESIA KU=


1 Jun 2010

RENUNGAN HARI INI

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Tetaplah melakukan pekerjaanmu tetapi sisihkanlah waktu untuk merenung akan Keagungan-Nya.

TEKNOLOGI TEPAT GUNA BUDIDAYA IKAN MAS

Sumber | PPEMP-BAPPENAS | IPTEKnet

1. SEJARAH SINGKAT

Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya.

2. SENTRA PERIKANAN

Budidaya ikan mas telah berkembang pesat di kolam biasa, di sawah, waduk, sungai air deras, bahkan ada yang dipelihara dalam keramba di perairan umum. Adapun sentra produksi ikan mas adalah: Ciamis, Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor, Garut, Bandung, Cianjur, Purwakarta

3. JENIS

Dalam ilmu taksonomi hewan, klasifikasi ikan mas adalah sebagai berikut:
Kelas : Osteichthyes
Anak kelas : Actinopterygii
Bangsa : Cypriniformes
Suku : Cyprinidae
Marga : Cyprinus
Jenis : Cyprinus carpio L.

Saat ini ikan mas mempunyai banyak ras atau stain. Perbedaan sifat dan ciri dari ras disebabkan oleh adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan kolam, musim dan cara pemeliharaan yang terlihat dari penampilan bentuk fisik, bentuk tubuh dan warnanya. Adapun ciri-ciri dari beberapa strain ikan mas adalah sebagai berikut:

1. Ikan mas punten: sisik berwarna hijau gelap; potongan badan paling pendek; bagian punggung tinggi melebar; mata agak menonjol; gerakannya gesit; perbandingan antara panjang badan dan tinggi badan antara 2,3:1.
2. Ikan mas majalaya: sisik berwarna hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap; punggung tinggi; badannya relatif pendek; gerakannya lamban, bila diberi makanan suka berenang di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,2:1.
3. Ikan mas si nyonya: sisik berwarna kuning muda; badan relatif panjang; mata pada ikan muda tidak menonjol, sedangkan ikan dewasa bermata sipit; gerakannya lamban, lebih suka berada di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,6:1.
4. Ikan mas taiwan: sisik berwarna hijau kekuning-kuningan; badan relatif panjang; penampang punggung membulat; mata agak menonjol; gerakan lebih gesit dan aktif; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,5:1.
5. Ikan mas koi: bentuk badan bulat panjang dan bersisisk penuh; warna sisik bermacam-macam seperti putih, kuning, merah menyala, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Beberapa ras koi adalah long tail Indonesian carp, long tail platinm nishikigoi, platinum nishikigoi, long tail shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku hishikigoi, lonh tail hishikigoi, taishusanshoku nshikigoi dan long tail taishusanshoku nishikigoi. Dari sekian banyak strain ikan mas, di Jawa Barat ikan mas punten kurang berkembang karena diduga orang Jawa Barat lebih menyukai ikan mas yang berbadan relatif panjang. Ikan mas majalaya termasuk jenis unggul yang banyak dibudidayakan.

4. MANFAAT

1. Sebagai sumber penyediaan protein hewani.
2. Sebagai ikan hias.

5. PERSYARATAN LOKASI

1. Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
2. Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
3. Ikan mas dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m dpl.
4. Kualitas air untuk pemeliharaan ikan mas harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik.
5. Ikan mas dapat berkembang pesat di kolam, sawah, kakaban, dan sungai air deras. Kolam dengan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan mas. Debit air untuk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha, sedangkan untuk pembesaran di kolam air deras debitnya 100 liter/menit/m³.
6. Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 7-8.
7. Suhu air yang baik berkisar antara 20-25°C.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1. Kolam
Lokasi kolam dicari yang dekat dengan sumber air dan bebas banjir. Kolam dibangun di lahan yang landai dengan kemiringan 2–5% sehingga memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
1. Kolam pemeliharaan induk
Luas kolam tergantung jumlah induk dan intensitas pengelolaannya. Sebagai contoh untuk 100 kg induk memerlukan kolam seluas 500 meter persegi bila hanya mengandalkan pakan alami dan dedak. Sedangkan bila
diberi pakan pelet, maka untuk 100 kg induk memerlukan luas 150-200 meter persegi saja. Bentuk kolam sebaiknya persegi panjang dengan dinding bisa ditembok atau kolam tanah dengan dilapisi anyaman bambu bagian dalamnya. Pintu pemasukan air bisa dengan paralon dan dipasang sarinya, sedangkan untuk pengeluaran air sebaiknya berbentuk monik.
2. Kolam pemijahan
Tempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok. Ukuran/luas kolam pemijahan tergantung jumlah induk yang dipijahkan dengan bentuk kolam empat persegi panjang. Sebagai patokan bahwa untuk 1 ekor induk dengan berat 3 kg memerlukan luas kolam sekitar 18 m² dengan 18 buah ijuk/kakaban. Dasar kolam dibuat miring kearah pembuangan, untuk menjamin agar dasar kolam dapat dikeringkan. Pintu pemasukan bisa dengan pralon dan pengeluarannya bisa juga memakai pralon (kalau ukuran kolam kecil) atau pintu monik. Bentuk kolam penetasan pada dasarnya sama dengan kolam pemijahan dan seringkali juga untuk penetasan menggunakan kolam pemijahan. Pada kolam penetasan diusahakan agar air yang masuk dapat menyebar ke daerah yang ada telurnya.
3. Kolam pendederan
Bentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat. Untuk kegiatan pendederan ini biasanya ada beberapa kolam yaitu pendederan pertama dengan luas 25-500 m 2 dan pendederan lanjutan 500-1000 m 2 per petak. Pemasukan air bisa dengan pralon dan pengeluaran/ pembuangan dengan pintu berbentuk monik. Dasar kolam dibuatkan kemalir (saluran dasar) dan di dekat pintu pengeluaran dibuat kubangan. Fungsi kemalir adalah tempat berkumpulnya benih saat panen dan kubangan untuk memudahkan penangkapan benih. dasar kolam dibuat miring ke arah pembuangan. Petak tambahan air yang mempunyai kekeruhan tinggi (air sungai) maka perlu dibuat bak pengendapan dan bak penyaringan.
2. Peralatan
Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan mas diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan. Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan mas antara lain adalah warring / scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas), seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).
3. Persiapan Media
Yang dimaksud dengan persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk pemeliharaan ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dlsb. Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi, diberi pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing-masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk buatan yang berupa urea dan TSP masing-masing dengan dosis 15 gram dan 10 gram/meter persegi.
2. Pembibitan
1. Pemilihan Bibit dan Induk
Usaha pembenihan ikan mas dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu secara tradisional, semi intensif dan secara intensif. Dengan semakin meningkatnya teknologi budidaya ikan, khususnya teknologi pembenihan maka telah dilaksanakan penggunaan induk-induk yang berkualitas baik. Keberhasilan usaha pembenihan tidak lagi banyak bergantung pada kondisi alam namun manusia telah banyak menemukan kemajuan diantaranya pemijahan dengan hipofisisasi, peningkatan derajat pembuahan telur dengan teknik pembunuhan buatan, penetasan telur secara terkontrol, pengendalian kuantitas dan kualitas air, teknik kultur makanan alami dan pemurnian kualitas induk ikan. Untuk peningkatan produksi benih perlu dilakukan penyeleksian terhadap induk ikan mas.
* Adapun ciri-ciri induk jantan dan induk betina unggul yang sudah matang untuk dipijah adalah sebagai berikut:
1. Betina: umur antara 1,5-2 tahun dengan berat berkisar 2 kg/ekor; Jantan: umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar 0,5 kg/ekor.
2. Bentuk tubuh secar akeseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat.
3. Tutup insan normal tidak tebal dan bila dibuka tidak terdapat bercak putih; panjang kepala minimal 1/3 dari panjang badan; lensa mata tampak jernih.
4. Sisik tersusun rapih, cerah tidak kusam.
5. Pangkal ekor kuat dan normal dengan panjang panmgkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor.
* Sedangkan ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:
1. Betina
o Badan bagian perut besar, buncit dan lembek.
o Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat-loncat.
o Jika perut distriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.
2. Jantan
o Badan tampak langsing.
o Gerakan lincah dan gesit.
o Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.
2. Sistim Pembenihan/Pemijahan
Saat ini dikenal dua macam sistim pemijahan pada budidaya ikan mas, yaitu
1. Sistim pemijahan tradisional
Dikenal beberapa cara melakukan pemijahan secara tradisional, yaitu:
* Cara sunda:
1. luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari;
2. disediakan injuk untuk menepelkan telur;
3. setelah proses pemijahan selesai, ijuk dipindah ke kolam penetasan.
* Cara cimindi:
1. luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
2. disediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk dijepit bambu dan diletakkan dipojok kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;
3. setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
4. tujuh hari setelah pemijahan ijuk ini dibuka kemudian sekitar 2-3 minggu setelah itu dapat dipanen benih-benih ikan.
* Cara rancapaku:
1. luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan, batas pematang antara terbuat dari batu;
2. disediakan rumput kering untuk menepelkan telur, rumput disebar merata di seluruh permukaan air kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;
3. setelah proses pemijahan selesai induk tetap di kolam pemijahan.;
4. setelah benih ikan kuat maka akan berpindah tempat melalui sela bebatuan, setelah 3 minggu maka benih dapat dipanen.
* Cara sumatera:
1. luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
2. disediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air;
3. setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
4. setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.
* Cara dubish:
1. luas kolam pemijahan 25-50 meter persegi, dibuat parit keliling dengan lebar 60 cm dalam 35 cm, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
2. sebagai media penempel telur digunakan tanaman hidup seperti Cynodon dactylon setinggi 40 cm;
3. setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
4. setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.
* Cara hofer:
1. sama seperti cara dubish hanya tidak ada parit dan tanaman Cynodon dactylon dipasang di depan pintu pemasukan air.
2. Sistim kawin suntik
Pada sisitim ini induk baik jantan maupun betina yang matang bertelur dirangsang untuk memijah setelah penyuntikan ekstrak kelenjar hyphofise ke dalam tubuh ikan. Kelenjar hyphofise diperoleh dari kepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak di bawah otak besar). Setelah suntikan dilakukan dua kali, dalam tempo 6 jam induk akan terangsang melakukan pemijahan. Sistim ini memerlukan biaya yang tinggi, sarana yang lengkap dan perawatan yang intensif.
3. Pembenihan/Pemijahan
Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemijahan ikan mas:
1. Dasar kolam tidak berlumpur, tidak bercadas.
2. Air tidak terlalu keruh; kadar oksigen dalam air cukup; debit air cukup; dan suhu berkisar 25 derajat C.
3. Diperlukan bahan penempel telur seperti ijuk atau tanaman air.
4. Jumlah induk yang disebar tergantung dari luas kolam, sebagai patokan seekor induk berat 1 kg memerlukan kolam seluas 5 meter persegi.
5. Pemberian makanan dengan kandungan protein 25%. Untuk pellet diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore hari) dengan takaran 2-4% dari jumlah berat induk ikan.
4. Pemeliharaan Bibit/Pendederan
Pendederan atau pemeliharaan anak ikan mas dilakukan setelah telur-telur hasil pemijahan menetas. Kegiatan ini dilakukan pada kolam pendederan (luas 200-500 meter persegi) yang sudah siap menerima anak ikan dimana kolam tersebut dikeringkan terlebih dahulu serta dibersihkan dari ikan-ikan liar. Kolam diberi kapur dan dipupuk sesuai ketentuan. Begitu pula dengan pemberian pakan untuk bibit diseuaikan dengan ketentuan. Pendederan ikan mas dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu:
1. Tahap I: umur benih yang disebar sekitar 5-7 hari(ukuran1-1,5 cm); jumlah benih yang disebar=100-200 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 2-3 cm.
2. Tahap II: umur benih setelah tahap I selesai; jumlah benih yang disebar=50-75 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 3-5 cm.
3. Tahap III: umur benih setelah tahap II selesai; jumlah benih yang disebar=25-50 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 5-8 cm; perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.
4. Tahap IV: umur benih setelah tahap III selesai; jumlah benih yang disebar=3-5 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 8-12 cm; perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.
5. Perlakuan dan Perawatan Bibit
Apabila benih belum mencapai ukuran 100 gram, maka benih diberi pakan pelet 2 mm sebanyak 3 kali bobot total benih yang diberikan 4 kali sehari selama 3 minggu.
3. Pemeliharaan Pembesaran
Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan secara polikultur maupun monokultur.
1. Polikultur
1. ikan mas 50%, ikan tawes 20%, dan mujair 30%, atau
2. ikan mas 50%, ikan gurame 20% dan ikan mujair 30%.
2. Monokultur
Pemeliharaan sistem ini merupakan pemeliharaan terbaik dibandingkan dengan polikultur dan pada sistem ini dilakukan pemisahan antara induk jantan dan betina.
1. Pemupukan
Pemupukan dengan kotoran kandang (ayam) sebanyak 250-500 gram/m 2 , TSP 10 gram/m 2 , Urea 10 gram/m 2 , kapur 25-100 gram/m 2 . Setelah itu kolam diisi air 39\0-40 cm. Biarkan 5-7 hari. Dua hari setelah pengisian air, kolam disemprot dengan insektisida organophosphat seperti Sumithion 60 EC, Basudin 60 EC dengan dosis 2-4 ppm. Tujuannya untuk memberantas serangga dan udang-udangan yang memangsa rotifera. Setelah 7 hari kemudian, air ditinggikan sekitar 60 cm. Padat penebaran ikan tergantung pemeliharaannya. Jika hanya mengandalkan pakan alami dan dedak, maka padat penebaran adalah 100-200 ekor/m 2 , sedangkan bila diberi pakan pellet, maka penebaran adalah 300-400 ekor/m 2 (benih lepas hapa). Penebaran dilakukan pada pagi/sore hari saat suhu rendah.
2. Pemberian Pakan
Dalam pembenihan secara intensif biasanya diutamakan pemberian pakan buatan. Pakan yang berkualitas baik mengandung zat-zat makanan yang cukup, yaitu protein yang mengandung asam amino esensial, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Perawatan larva dalam hapa sekitar 4-5 hari. Setelah larva tidak menempel pada kakaban (3-4 hari kemudian) kakaban diangkat dan dibersihkan. Pemberian pakan untuk larva, 1 butir kuning telur rebus untuk 100.000 ekor/hari. Caranya kuning telur dibuat suspensi (1/4 liter air untuk 1 butir), kuning telur diremas dalam kain kemudian diberikan pada benih, perawatan 5-7 hari.
3. Pemeliharaan Kolam/Tambak
Dalam hal pemeliharaan ikan mas yang tidak boleh terabaikan adalah menjaga kondisi perairan agar kualitas air cukup stabil dan bersih serta tidak tercemari/teracuni oleh zat beracun.

7. HAMA DAN PENYAKIT

1. Hama
1. Bebeasan (Notonecta)
Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.
2. Ucrit (Larva cybister)
Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.
3. Kodok
Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menagkap dan membuang hidup-hidup.
4. Ular
Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.
5. Lingsang
Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.
6. Burung
Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.
7. Ikan gabus
Memangsa ikan kecil. Pengendalian:pintu masukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.
8. Belut dan kepiting
Pengendalian: lakukan penangkapan.
2. Penyakit
1. Bintik merah (White spot)
Gejala: pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya pada benda yang ada disekitarnya dan berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air.
Pengendalian: direndam dalam larutan Methylene blue 1% (1 gram dalam 100 cc air) larutan ini diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam dan Direndam dalam garam dapur NaCl selama 10 menit, dosis 1-3 gram/100 cc air.
2. Bengkak insang dan badan ( Myxosporesis)
Gejala: tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan.
Pengendalian; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m 2 , biarkan selama 1-2 minggu.
3. Cacing insang, sirip, kulit (Dactypogyrus dan girodactylogyrus)
Gejala: ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan dan menebal pada insang.
Pengendalian:
1. direndan dalam larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit dan direndam dalam Methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam;
2. hindari penebaran ikan yang berlebihan.
4. Kutu ikan (argulosis)
Gejala: benih dan induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip dan insang terlihat jelas adanya bercak merah (hemorrtage).
Pengendalian:
1. ikan yang terinfeksi direndan dalam garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit dan direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit;
2. dengan pengeringan kolam hingga retak-retak.
5. Jamur (Saprolegniasis)
Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip dan bagian yang lainnya.
Gejala: tubuh yang diserang tampak seperti kapas. Telur yang terserang jamur, terlihat benang halus seperti kapas.
Pengendalian: direndam dalam larutan Malactile green oxalat (MGO) dosis 3 gram/m3 selama 30 menit; telur yang terserang direndam dengan MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.
6. Gatal (Trichodiniasis)
Menyerang benih ikan.
Gejala: gerakan lamban; suka menggosok-gosokan badan pada sisi kolam/aquarium.
Pengendalian: rendam selam 15 menit dalam larutan formalin 150-200 ppm.
7. Bakteri psedomonas flurescens
Penyakit yang sangat ganas.
Gejala: pendarahan dan bobok pada kulit; sirip ekor terkikis.
Pengendalian: pemberian pakan yang dicampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.
8. Bakteri aeromonas punctata
Penyakit yang sangat ganas.
Gejala: warna badan suram, tidak cerah; kulit kesat dan melepuh; cara bernafas mengap-mengap; kantong empedu gembung; pendarahan dalam organ hati dan ginjal.
Pengendalian: penyuntikan chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg ikan; pakan dicampur terramicine 50 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.

Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan mas:

1. Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
2. Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.
3. Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.
4. Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.
5. Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
6. Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.
7. Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.

8. PANEN

1. Pemanenan Benih
Sebelum dilakukan pemanenan benih ikan, terlebih dahulu dipersiapkan alat-alat tangkap dan sarana perlengkapannya. Beberapa alat tangkap dan sarana yang disiapkan diantaranya keramba, ember biasa, ember lebar, seser halus sebagai alat tangkap benih, jaring atau hapa sebagai penyimpanan benih sementara, saringan yang digunakan untuk mengeluarkan air dari kolam agar benih ikan tidak terbawa arus, dan bak-bak penampungan yang berisi air bersih untuk penyimpanan benih hasil panen. Panen benih ikan dimulai pagi-pagi, yaitu antara jam 04.00–05.00 pagi dan sebaiknya berakhir tidak lebih dari jam 09.00 pagi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terik matahari yang dapat mengganggu benih ikan kesehatan tersebut. Pemanenan dilakukan mula-mula dengan menyurutkan air kolam pendederan sekitar pkul 04.00 atau 05.00 pagi secara perlahan-lahan agar ikan tidak stres akibat tekanan air yang berubah secara mendadak. Setelah air surut benih mulai ditangkap dengan seser halus atau jaring dan ditampung dalam ember atau keramba. Benih dapat dipanen setelah dipelihara selama 21 hari. Panenan yang dapat diperoleh dapat mencapai 70-80% dengan ukuran benih antara 8-12 cm.
2. Cara Perhitungan
Benih Untuk mengetahui benih ikan hasil panenan yang disimpan dalam bak penyimpanan maka sebelum dijual, terlebih dahulu dihitung jumlahnya. Cara menghitung benih umumnya dengan memakai takaran, yaitu dengan menggunakan sendok untuk larva dan kebul, cawan untuk menghitung putihan, dan dihitung per ekor untuk benih ukuran glondongan. Penghitungan benih biasanya dengan cara:
1. Penghitungan dengan sendok.
2. Penghitungan dengan mangkok.
3. Pembersihan
Pada umumnya, dasar kolam pendederan sudah dirancang miring dan ada saluran di tengah kolam, selain itu pada dasar kolam tersebut ada bagian yang lebih dalam dengan ukuran 1-2 meter persegi sehingga ketika air menyurut, maka benih ikan akan mengumpul di bagian kolam yang dalam tersebut. Benih ikan lalu ditangkap sampai habis dan tidak ada yang ketinggalan dalam kolam. Benih ikan tersebut semuanya disimpan dalam bak-bak penampungan yang
telah disiapkan.
4. Pemanenan Hasil Pembesaran
Untuk menangkap/memanen ikan hasil pembesaran umumnya dilakukan panen total. Umur ikan mas yang dipanen berkisar antara 3-4 bulan dengan berat berkisar antara 400-600 gram/ekor. Panen total dilakukan dengan cara mengeringkan kolam, hingga ketinggian air tinggal 10-20 cm. Petak pemanenan / petak penangkapan dibuat seluas 2 meter persegi di depan pintu pengeluaran (monnik), sehingga memudahkan dalam penangkapan ikan. Pemanenan dilakukan pagi hari saat keadaan tidak panas dengan menggunakan waring atau scoopnet yang halus. Lakukan pemanenan secepatnya dan hati-hati untuk menghindari lukanya ikan.

9. PASCAPANEN

Penanganan pascapanen ikan mas dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.

1. Penanganan ikan hidup
Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:
1. Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.
2. Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.
3. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.
2. Penanganan ikan segar
Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain:
1. Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.
2. Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.
3. Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.
4. Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C. Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan erbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.
3. Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan benih adalah sebagai berikut:
1. Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).
2. Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam.
3. Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.
4. Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
* Sistem terbuka
Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.
* Sistem tertutup
Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam, menggunakan kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo)4.H2O sebanyak 9 gram.
Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik:
1. masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;
2. hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;
3. alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:2);
4. kantong plastik lalu diikat.
5. kantong plastik dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai berikut:

1. Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).
2. Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan.
3. Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1- 2 menit.
4. Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.
5. Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

1. Analisis Usaha Budidaya
Analisis budidaya ikan mas koki dengan luas lahan 70 m 2 (kapasitas 1000 ekor) selama 7 bulan pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat.
1. Biaya produksi
1. Sewa dan pembuatan kolam Rp. 1.500.000,-
2. Benih ikan 1.000 ekor, @ Rp.100,- Rp. 100.000,-
3. Pakan
* Cacing rambut 150 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 225.000,-
* Pelet udang 10 kg @ Rp. 9.500,- Rp. 95.000,-
* Tepung jagung 50 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 75.000,-
* Ganti air 7 bulan x 4 x2 @ Rp. 5.000,- Rp. 140.000,-
* Tenaga kerja 28 minggu @ Rp.10.000,- Rp. 280.000,-
* Obat-oabatan Rp. 10.000,-
4. Peralatan Rp. 50.000,-
5. Lain-lain Rp. 150.000,-
Jumlah biaya produksi Rp. 2.625.000,-
2. Pendapatan
1. Panen I (2 bulan) 400 ekor @ Rp.1.000,- Rp. 400.000,-
2. Panen II (4 bulan) 250 ekor @ Rp. 3.000,- Rp. 750.000,-
3. Panen III ( 2 bulan) 250 ekor @ Rp. 10.000,- Rp. 2.500.000,-
Jumlah pendapatan Rp. 3.650.000,-
3. Keuntungan dalam 7 bulan Rp. 1.025.000,- --> Keuntungan per bulan Rp. 146.425,-
4. Parameter kelayakan usaha : B/C ratio 1,39
2. Gambaran Peluang Agribisnis
Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari sungai, rawa, danau alam dan buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha merupakan potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan usaha perikanan di Indonesia. Disamping itu banyak potensi pendukung lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian dalam hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama dan penanganan pasca panen, penanganan budidaya serta adanya kemudahan dalam hal periizinan import. Walaupun permintaan di tingkal pasaran lokal akan ikan mas dan ikan air tawar lainnya selalu mengalami pasang surut, namun dilihat dari jumlah hasil penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Apabila pasaran lokal ikan mas mengalami kelesuan, maka akan sangat berpengaruh terhadap harga jual baik di tingkat petani maupun di tingkat grosir di pasar ikan. Selain itu penjualan benih ikan mas boleh dikatakan hampir tak ada masalah, prospeknya cukup baik. Selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan untuk pasaran lokal, maka sektor perikanan merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.

11. DAFTAR PUSTAKA

1. DAMANA, Rahman. 1990. Pembenihan Ikan Mas Secara Intensif dalam Sinar Tani. 2 ,Juni 1990 hal. 2
2. GUNAWAN. Mengenal Cara Pemijahan Ikan Mas dalam Sinar Tani. 27 Agustus 1988 hal. 5
3. RUKMANA, Rahmat. 1991. Budidaya Ikan Mas, Untungnya Bagai Menabung Emas dalam Sinar Tani. 13 Februari 1991 hal. 5
4. RUKMANA, Rahmat. 1992. Prospek Usaha Ikan Mas Menggiurkan Dan Menguntungkan dalam Suara Karya. 18 Februari 1992 hal. 7
5. SANTOSO, Budi. 1993. Petunjuk praktis : Budidaya ikan mas. Yogyakarta : Kanisius.
6. SUMANTADINATA, Komar. 1981. Pengembangbiakan ikan-ikan peliharaan di Indonesia. Jakarta : Sastra Hudaya.
7. SUSENO, Djoko. 1999. Pengelolaan usaha pembenihan ikan mas, cet. :7. Jakarta : Penebar Swadaya.

12. KONTAK HUBUNGAN

Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS;
Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829

27 Mei 2010

USAHA LAUNDRY KILOAN MASIH SANGAT MENJANJIKAN

Menggunakan pakaian bersih setiap hari merupakan tren yang sudah melekat di masyarakat perkotaan terutama mahasiswa / karyawan. Kenapa kita tidak mencoba memanfaatkan peluang ini dengan membuka usaha pencucian pakaian atau sering di sebut Jasa Laundry. Sebelum membuka usaha laundry sebaiknya kita melakukan beberapa survey penting yaitu :

a. Lokasi
Sebaiknya kita pilih lokasi disekitar kost-kostan Mahasiswa / Karyawan.

b. Jumlah Kompetitor
Mengetahui jumlah kompetitor didaerah sekitar tempat kita akan membuka usaha sangatlah penting. Sebaiknya jarak minimum yang baik adalah radius 200 mtr / Usaha Laundry. Namun bagaimana jika didaerah tersebut yang membuka usaha Laundry sudah cukup banyak? Jika hal tersebut terjadi maka kita harus sedikit bekerja keras dengan mensurvey harga rata-rata jasa laundry/kg di lokasi tersebut, menu-menu spesial yang mereka tawarkan (@red : para Kompetitor). Jika data mengenai kompetitor sudah anda dapatkan maka saatnya untuk mengelola dan mendapatkan harga yang pas untuk Laundry Anda dan menu spesial yang anda tawarkan.

Cukup dua hal diatas yang perlu kita lakukan sebelum memutuskan membuka usaha Laundry di suatu lokasi. Sekarang kita coba membuat prediksi Biaya membuaka usaha tersebut. Contoh prediksi biaya dibawah ini adalah untuk Usaha Laundry skala Kecil yang diperuntukkan bagi yang memiliki modal pas-pasan namun niat sudah bulat (@red : masih mengandalkan cicilan).

Prediksi Biaya Membuka Usaha Laundry :

1. Tempat
Sewa tempat ukuran 2x3 mtr (model petak/rolling door), 1 Tahun Rp 4.000.000

2. Mesin Cuci
2(dua) unit Mesin Cuci Merk Electrolux Kapasitas 7 Kg, jenis pembelian adalah Kredit dengan biaya cicilan per unit +/- Rp 322.000 / bulan selama 2 tahun. Jadi untuk 2(dua) unit Rp 644.000 / bulan selama 2 tahun cicilan.

3. Mesin Pengering
1(satu) unit Mesin Pengering Merk electrolux kapasitas 6 Kg, jenis pembelian adalah Kredit dengan biaya cicilan per unit +/- Rp 322.000 / bulan selama 2 tahun.

4. Setrika
Setrika disini masih setrika biasa belum menggunakan setrika uap khusus untuk laundry. 1(satu) unit Setrika merk Philips 114, jenis pembelian Tunai Rp 171.000.
Jika setrika Uap khusus laundry, Merk Phillips harga Rp +/- 375.000.
Jika jenis pembelian Kredit maka cicilan untuk setrika Philips 114 adalah +/- Rp 14.500/bulan selama 1 tahun. Untuk setrika Uap merk philips cicilannya Rp 52.500 selama 1 tahun.
Saran : untuk setrika sebaiknya beli Tunai.

5. Meja Setrika
1(satu) buah meja setrika, jenis pembelian Tunai Rp 250.000.

6. Timabangan
1(satu) unit Timbangan duduk Five Goats kapasitas 20 Kg : Rp 135.000

7. Perlengkapan Cuci dan Setrika
* Detergen 1 Kg khusus laundry : Rp 22.000
* Softener 1 kg khusus laundry : Rp 19.000
Tips : untuk deterjen dan softener sebaiknya pilih merk dan aroma yang sama agar tidak menimbulkan crash yang menyebabkan bau apek pada pakaian.
* Spayer / Pewangi Pakaian 1 Kg : Rp 25.000
* Keranjang Laundry ukuran 60x41x30 3(tiga) buah : Rp 186.000
* 1 paket Plastik Pakaian uk.60x100 cm : Rp 48.000
* 1 gross (12 lusin) Hanger pakaian : Rp 95.000

8. Pembuatan Rak Pakaian
Biaya material/pembuatan Rak pakaian 4 tingkat : Rp 1.200.000
Saran : Biaya bisa lebih murah jika anda membeli material sendiri dan membuat sendiri

9. Pembuatan Spanduk
Biaya pembuatan spanduk ukuran 200x45 cm : Rp 180.000

10. Cetak Bon / ATK
biaya pencetakan bon 5 set + pembelian ATK : Rp 85.000

11. Meja
Pembelian / pembuatan meja Frontline : Rp 135.000

12. Biaya Mobilisasi
Perkiraan biaya mobilisasi berupa ongkos transport yang harus anda keluarkan untuk membeli seluruh perlengkapan : Rp.55.000

13. Tenaga Kerja
Gaji 1(satu) orang tenaga kerja pembantu per bulan : Rp 550.000

Jadi Total Modal Awal yang harus anda persiapkan untuk membuka usaha Laundry ukuran kecil dengan target @25 Kg/hari adalah sebesar Rp 6.492.000.
Jadi jika sekarang anda memiliki modal Usaha Rp 8.000.000, kenapa tidak mencoba membuka usaha yang satu ini?

Writed by : Parningotan Sipahutar

24 Mei 2010

Berdagang Dengan Gerobak Dorong, Masihkah?

Seperti tulisan saya sebelumnya "Siapa Pedagang dan Siapa Pengusaha?" maka saat ini saya mencoba merangsang naluri berdagang dipadu oleh jiwa seorang wirausaha. Tulisan ini saya tujukan buat yang ingin mencoba sebagai pedagang keliling atau yang sudah menjadi pedagang keliling dan ingin mengembangkannya sehingga dapat menjadi wirausahawan.

Pada umumnya di seluruh daerah di Indonesia, yang namanya pedagang keliling menggunakan gerobak masih sangat banyak digeluti sebagai mata pencaharian utama, baik itu sebagai penjual bakso, mie ayam, batagor, empek-empek, bubur ayam, nasi goreng, dan lain sebagainya. Pedagang keliling ada karena pasar masih ada dan masih sangat menjanjikan. Mengapa pasar masih sangat potensial??? salah satunya karena kebanyakan orang masih suka nyemil atau tidak mau belelah-lelah hanya untuk membeli makanan di luar cukup tunggu dan si abang penjual pun datang.

Namun jika saya mengamati dan menanyakan langsung dari sekian banyak pedagang keliling maka SEBAGIAN BESAR mereka hanya mendapatkan hasil pas-pasan dan boleh dikatakan hanya untuk bertahan hidup tanpa memikirkan tabungan apalagi pengembangan usaha.

Baiklah mari kita coba membedah mengapa hal ini terjadi, dan kita akan soroti beberapa hal sangat sangat berperan penting buat perkembangan usaha kita kedepan.

1. Jenis makanan yang dijajakan

Apakah jenis makanan yang akan anda jajakan? Sebelum memutuskan untuk terjun sebagai pedagang jajanan keliling ada baiknya anda melakukan survey kecil-kecilan kira-kira makanan apa yang layak dijual dan diterima konsumen. Misal Mie Ayam, Bubur Ayam, Gado-gado, atau Nasi Goreng.

Namun saran saya, mengapa kita tidak melakukan terobosan baru dengan mempelajari membuat dan menjual sesuatu masakan yang pada umumnya di jual di cafe/restoran tapi kali ini kita perdagangkan secara keliling? Tapi masakan ini juga masih sangat diterima dan disukai konsumen. Atau mengkreasikan masakan yang sudah ada? Contoh : Nasi Goreng Buntut, Nasi Goreng Pattaya, Omelette Mie, Spagghetie Ayam pedas, Miso Soup Tofu, dan lain sebagainya sesuai kreasi anda.

2. Kualitas Masakan

Kualitas masakan sangat penting untuk MEMPERTAHANKAN konsumen. Pernahkah anda membeli makanan dari pedagang keliling namun karena kualitas masakan yang asal-asalan maka anda memutuskan untuk tidak membelinya sampai kapan pun? Ya, saya pernah mengalaminya.
Untuk itu perhatikanlah kualitas masakan seperti kelengkapan masakan, bumbu pendukung, saus (pergunakan saus yang layak) karena di cafe dengan harga Rp 7.000 menggunakan saus ber-merek kenapa kita tidak coba?

3. Keunikan Gerobak dan Nama Dagang

Hal ini sering sangat dilupakan padahal gerobak yang unik dan pemberian nama yang unik merupakan daya tarik utama untuk orang mencoba membeli. Cobalah meninggalkan kemasan gerobak keliling yang sangat kosong / satu warna cat bahkan terkadang tulisan nama hanya menggunakan cat yang ditulis asal-asalan.
Bukankah kita ingin menjadi pedagang keliling yang ingin menyerap pasar sebanyak-banyaknya agar usaha kita terus berkembang? Nah, untuk itu sudah saatnya kita melakukan inovasi, dan kita coba dari disain gerobak kita.


4. Pembeli harus menjadi Pelanggan

Mana yang lebih baik berdagang keliling 100 porsi/hari dengan satu gerobak dengan radius pejualan mencakup satu kecamatan atau sebagai penjual keliling 100 porsi/hari dengan satu gerobak hanya untuk satu RW?
Pastilah kita memilih opsi kedua yaitu dengan satu gerobak untuk satu RW. Karena kita menerapkan prinsip "Pembeli harus menjadi Pelanggan". Untuk dapat memenuhi prinsip ini maka point no.1,2 dan 3 harus benar-benar kita penuhi.

5. Kecepatan Pelayanan

Hal utama terakhir yang harus coba anda pelajari adalah kecepatan dalam menyajikan masakan. Apa jadinya kalau untuk mendapatkan 1 (satu) porsi makanan seorang pelanggan harus menunggu 15 menit? Untuk dapat memberikan kecepatan pelayanan kepada konsumen berlatihlah terus menerus dan temukan konsep-konsep pelayanan cepat saji dari masakan anda.

Jika anda memenuhi 5 hal diatas sebagai pedagang keliling mengapa Anda tidak mencoba untuk mendidik karyawan baru dan memperlebar radius penjualan anda? Jika berhasil maka anda layak disebut sebagai Wirausahawan.

21 Mei 2010

Haruskah Saya Berpindah Quadran?

Perpindahan qudran disini saya artikan sebagai perubahan konsep hidup dan kebiasaan yang harus dilakukan. Kali ini kita perpindahan quadran yang dimaksud adalah "Dari seorang Karyawan menjadi seorang Wirausahawan".

Sangat tidak mudah berpindah quadran jika poin-point dibawah ini belum benar-benar diputar arahnya :

a. Anda masih menikmati sebagai karyawan yang mendapat penghasilan tetap dan terukur setiap bulan.

b. Kesiapan mental Anda untuk menjalani prinsip hidup sebagai Wirausaha belum matang. Dan jika hanya bersifat pemaksaan maka hal tersebut hanya menimbulkan tekanan batin bagi Anda. Sebaiknya anda urungkan niat untuk berpindah quadran jika mental anda belum benar-benar siap.

c. Anda belum menemukan bagian apa yang harus anda kelola sebagai usaha anda.

Ketiga poin utama diatas harus menjadi pertimbangan yang serius sebelum Anda "memberanikan diri" berpindah quadran.
Sebab jika anda tidak bercermin terhadap tiga hal yang saya coba bagikan diatas maka rasa frustasi akan selalu menghampiri jika anda hanya melompat quadran dengan setengah hati.
Dengan merenungkan tiga point diatas "Haruskah Anda Berpindah Quadran?"

Note : "Hidup bukan paksaan namun keharusan yang harus kita jalani dengan menikmati dan mengucap syukur atas roda kehidupan itu sendiri"

19 Mei 2010

Besarnya Peluang Pasar Beternak Bebek

Bebek yang termasuk keluarga unggas beberapa dekade kebelakang tidaklah sepopuler ayam. Banyak alasan yang menyebabkan menu yang terbuat dari bebek tidaklah sepopuler ayam antara lain : Baunya yang amis, dagingnya yang lebih keras, lemaknya lebih banyak dari daging ayam sehingga lebih sulit dicerna, dll. Namun seiring perkembangan jaman saat ini maka Bebek sudah semakin dilirik oleh banyak orang, terlihat dari munculnya berbagai jenis Resto yang khusus menyajikan masakan khas bebek seperti Red Duck, Bebek Betutu, Bebek Bakar Kendil, Bebek Kayu Tangan, Bebek Presto, atau pedagang Bebek Penyet kaki lima dan lain sebagainya.
Nah, sekarang kenapa tidak melirik peluang usaha ini. Kita tinggal memilih sebagai pengolah masakan daging bebek dengan membuka rumah makan atau sebagai peternak?

Kedua-duanya memiliki kendala masing-masing, namun apalah artinya kendala didepan jika niatan kita sudah bulat.

Jika anda ingin memutuskan membuka rumah makan khusus bebek olahan maka yang pertama harus Anda siapkan adalah Menu Andalan yang memiliki citarasa dan menjual. Tentunya anda harus mempelajari cara dan teknik memasaknya terlebih dahulu baru setelah itu berpikir untuk mencari nama rumah makan anda, tempat dan modal awal untuk membukanya.

Namun jika Anda lebih tertarik menjadi peternak maka ada beberapa persyaratan yang harus anda penuhi , antara lain :

1. Target Pasar
Saya membuat target pasar sebagai prioritas pertama karena pada dasarnya Sistem beternak bebek ada 2 type yaitu sistem kering atau sistem basah pada kandang bebek. Secara umum sistem kandang kering adalah anda tidak wajib membutuhkan kolam tempat pemandian bebek sedangkan sistem kandang basah adalah anda wajib memiliki kolam atau aliran sungai sebagai syrat utama lahan ternak bebek.
Jika target pasar Anda hanyalah sebagai penjual daging bebek potong maka sistem kandang kering cukup tepat karena anda hanya beternak bibit/DOD Jantan.
Sedangkan jika target pasar anda sebagai penjual bebek potong sekaligus penjual telur bebek dan pembibitan maka diwajibkan memiliki sistem kandang basah. (@red : Info tentang cara beternak bebek dapat dilihat di web Dinas peternakan / web terkait)

2. Lahan
Lahan peternakan harus benar-benar anda persiapkan dan sebaiknya dipilih yang sedikit jauh dari daerah pemukiman.

3. Bibit / DOD
Pemilihan bibit itik/DOD unggul sangatlah penting buat kualitas peternakan kita, dan untuk hal ini anda sebaiknya berkonsultasi dengan Dinas Peternakan setempat atau peternak bebek dari daerah lain yang sudah cukup berhasil dalam beternak.

4. Bergiatlah mencari pasar / pembeli.

Saya meyakini jika empat hal ini sudah bebar-benar tergambar di benak pembaca yang tertarik dengan peluang usaha ini maka segala jalan akan dibukakan-Nya bagi kita umat-Nya yang sungguh-sungguh melakukan usaha. Salam.

18 Mei 2010

Harumnya Laba Kopi Rasa Buah

Sumber | KOMPAS

Bisnis minuman kopi merupakan bisnis yang berumur panjang. Soalnya, penggemar kopi sudah ada sejak dulu dan terus ada hingga sekarang. Masyarakat pun semakin kreatif meracik varian kopi.

Salah satu varian yang mulai tren akhir-akhir ini adalah kopi bercampur ekstrak buah. Adalah Ala'din F&B Management yang mencoba memopulerkan kopi rasa buah di Bandung, sejak Januari lalu.

Salah satu pemilik Ala'din F&B Management, Taufik Effendi, menuturkan, ide bisnis ini berawal dari keinginannya menikmati kopi beraroma buah seperti yang dilakukan penduduk di Lampung. Ketika coba meracik kopi dengan sirup, dia gagal mendapatkan rasa yang pas. "Rasa buahnya kalah tertutupi kopi," kisah Taufik membuka obrolan.

Lalu, dia menggandeng rekannya yang merupakan pedagang sekaligus peracik kopi di Lampung. Setelah itu, ia berhasil mendapatkan komposisi kopi dan buah yang pas. Lantas, dia berpikir membisniskan bubuk kopi rasa buah itu.

Dia mulai menyusun konsep usaha kopi buah bertipe booth dengan merek dagang Fruit Coffee Ala'din. Nama ini dipakai karena masih satu grup dengan kemitraan Pisang Ijo Ala'din. Ada tujuh varian kopi yang disediakan, yaitu Original, Stroberi, Durian, Melon, Moka, Lychee, dan Anggur.

Dia menawarkan paket kemitraan ini sejak Januari lalu. Saat ini sudah ada tujuh mitra di Bandung, lima mitra di Jakarta dan Tangerang, dan lima mitra di Sumatera Barat.

Menurut Taufik, pihaknya tidak mengoperasikan gerai sendiri supaya fokus mengembangkan dan memasarkan produk, serta mengelolanya. "Dengan cara ini, kami berharap brand berkembang lebih cepat, tanpa harus keluar modal besar," ungkapnya.

Produk tak mudah basi

Tidak sulit menjadi mitra Fruit Coffee Ala'din. Mitra cukup menyiapkan lokasi, karyawan dan investasi Rp 7,5 juta. Modal itu mencakup satu booth, shaker, termos es, pemanas air, seragam, pelatihan pegawai, dan initial fee selama lima tahun.

Keunggulan bisnis ini karena produk yang dijual tidak mudah basi. Bahan bubuk kopi siap saji bisa tahan sampai tiga bulan. Selain itu, belum banyak pesaing sehingga pasar masih terbuka. Taufik juga memastikan pasokan bahan baku bagi mitra. "Kami mengemas dalam sachet supaya menjaga kualitas produk di setiap gerai," ungkapnya.

Harga secangkir fruit coffee minimal Rp 5.500. Mitra boleh menjual lebih mahal, sesuai lokasi. Setidaknya, mitra mengantongi keuntungan bersih Rp 2.500 per cup.

Menurut Taufik, kopi aroma buah ini sebaiknya dipasarkan di sekitar sekolah atau kampus. Cuma, kelemahannya, saat liburan, mitra harus mencari tempat alternatif.

Taufik memperkirakan, penjualan harian setiap gerai sekitar 50 cup atau sachet. Alhasil, mitra bisa balik modal dalam hitungan 4 bulan.

Salah satu mitra Fruit Coffee Ala'din di Bandung, Desy Amaliati Setiawan, menuturkan, ia memilih kemitraan ini karena produknya unik. Selain itu, nilai investasinya cukup terjangkau.

Booth miliknya beroperasi sejak Februari silam. Ia menempatkan booth di salah satu rumah makan yang aksesnya dekat dengan kampus. Namun, karena produk baru, dia harus rajin mempromosikan dagangannya, seperti lewat Facebook dan membuat sampel dalam cangkir kecil. "Dengan penjualan berkisar 30-60 cup sehari, saya berharap balik modal dalam hitungan lima bulan," katanya

Information :

Ala'din F&B Management
Jl.Cibodas Baru No.13 Antapani, Bandung
Telp. 022-92718835