For The Best Future

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

For The Best Live

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

Good Way

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

Don't Stop For Trying

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

Here I Am

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

27 Mei 2010

USAHA LAUNDRY KILOAN MASIH SANGAT MENJANJIKAN

Menggunakan pakaian bersih setiap hari merupakan tren yang sudah melekat di masyarakat perkotaan terutama mahasiswa / karyawan. Kenapa kita tidak mencoba memanfaatkan peluang ini dengan membuka usaha pencucian pakaian atau sering di sebut Jasa Laundry. Sebelum membuka usaha laundry sebaiknya kita melakukan beberapa survey penting yaitu :

a. Lokasi
Sebaiknya kita pilih lokasi disekitar kost-kostan Mahasiswa / Karyawan.

b. Jumlah Kompetitor
Mengetahui jumlah kompetitor didaerah sekitar tempat kita akan membuka usaha sangatlah penting. Sebaiknya jarak minimum yang baik adalah radius 200 mtr / Usaha Laundry. Namun bagaimana jika didaerah tersebut yang membuka usaha Laundry sudah cukup banyak? Jika hal tersebut terjadi maka kita harus sedikit bekerja keras dengan mensurvey harga rata-rata jasa laundry/kg di lokasi tersebut, menu-menu spesial yang mereka tawarkan (@red : para Kompetitor). Jika data mengenai kompetitor sudah anda dapatkan maka saatnya untuk mengelola dan mendapatkan harga yang pas untuk Laundry Anda dan menu spesial yang anda tawarkan.

Cukup dua hal diatas yang perlu kita lakukan sebelum memutuskan membuka usaha Laundry di suatu lokasi. Sekarang kita coba membuat prediksi Biaya membuaka usaha tersebut. Contoh prediksi biaya dibawah ini adalah untuk Usaha Laundry skala Kecil yang diperuntukkan bagi yang memiliki modal pas-pasan namun niat sudah bulat (@red : masih mengandalkan cicilan).

Prediksi Biaya Membuka Usaha Laundry :

1. Tempat
Sewa tempat ukuran 2x3 mtr (model petak/rolling door), 1 Tahun Rp 4.000.000

2. Mesin Cuci
2(dua) unit Mesin Cuci Merk Electrolux Kapasitas 7 Kg, jenis pembelian adalah Kredit dengan biaya cicilan per unit +/- Rp 322.000 / bulan selama 2 tahun. Jadi untuk 2(dua) unit Rp 644.000 / bulan selama 2 tahun cicilan.

3. Mesin Pengering
1(satu) unit Mesin Pengering Merk electrolux kapasitas 6 Kg, jenis pembelian adalah Kredit dengan biaya cicilan per unit +/- Rp 322.000 / bulan selama 2 tahun.

4. Setrika
Setrika disini masih setrika biasa belum menggunakan setrika uap khusus untuk laundry. 1(satu) unit Setrika merk Philips 114, jenis pembelian Tunai Rp 171.000.
Jika setrika Uap khusus laundry, Merk Phillips harga Rp +/- 375.000.
Jika jenis pembelian Kredit maka cicilan untuk setrika Philips 114 adalah +/- Rp 14.500/bulan selama 1 tahun. Untuk setrika Uap merk philips cicilannya Rp 52.500 selama 1 tahun.
Saran : untuk setrika sebaiknya beli Tunai.

5. Meja Setrika
1(satu) buah meja setrika, jenis pembelian Tunai Rp 250.000.

6. Timabangan
1(satu) unit Timbangan duduk Five Goats kapasitas 20 Kg : Rp 135.000

7. Perlengkapan Cuci dan Setrika
* Detergen 1 Kg khusus laundry : Rp 22.000
* Softener 1 kg khusus laundry : Rp 19.000
Tips : untuk deterjen dan softener sebaiknya pilih merk dan aroma yang sama agar tidak menimbulkan crash yang menyebabkan bau apek pada pakaian.
* Spayer / Pewangi Pakaian 1 Kg : Rp 25.000
* Keranjang Laundry ukuran 60x41x30 3(tiga) buah : Rp 186.000
* 1 paket Plastik Pakaian uk.60x100 cm : Rp 48.000
* 1 gross (12 lusin) Hanger pakaian : Rp 95.000

8. Pembuatan Rak Pakaian
Biaya material/pembuatan Rak pakaian 4 tingkat : Rp 1.200.000
Saran : Biaya bisa lebih murah jika anda membeli material sendiri dan membuat sendiri

9. Pembuatan Spanduk
Biaya pembuatan spanduk ukuran 200x45 cm : Rp 180.000

10. Cetak Bon / ATK
biaya pencetakan bon 5 set + pembelian ATK : Rp 85.000

11. Meja
Pembelian / pembuatan meja Frontline : Rp 135.000

12. Biaya Mobilisasi
Perkiraan biaya mobilisasi berupa ongkos transport yang harus anda keluarkan untuk membeli seluruh perlengkapan : Rp.55.000

13. Tenaga Kerja
Gaji 1(satu) orang tenaga kerja pembantu per bulan : Rp 550.000

Jadi Total Modal Awal yang harus anda persiapkan untuk membuka usaha Laundry ukuran kecil dengan target @25 Kg/hari adalah sebesar Rp 6.492.000.
Jadi jika sekarang anda memiliki modal Usaha Rp 8.000.000, kenapa tidak mencoba membuka usaha yang satu ini?

Writed by : Parningotan Sipahutar

24 Mei 2010

Berdagang Dengan Gerobak Dorong, Masihkah?

Seperti tulisan saya sebelumnya "Siapa Pedagang dan Siapa Pengusaha?" maka saat ini saya mencoba merangsang naluri berdagang dipadu oleh jiwa seorang wirausaha. Tulisan ini saya tujukan buat yang ingin mencoba sebagai pedagang keliling atau yang sudah menjadi pedagang keliling dan ingin mengembangkannya sehingga dapat menjadi wirausahawan.

Pada umumnya di seluruh daerah di Indonesia, yang namanya pedagang keliling menggunakan gerobak masih sangat banyak digeluti sebagai mata pencaharian utama, baik itu sebagai penjual bakso, mie ayam, batagor, empek-empek, bubur ayam, nasi goreng, dan lain sebagainya. Pedagang keliling ada karena pasar masih ada dan masih sangat menjanjikan. Mengapa pasar masih sangat potensial??? salah satunya karena kebanyakan orang masih suka nyemil atau tidak mau belelah-lelah hanya untuk membeli makanan di luar cukup tunggu dan si abang penjual pun datang.

Namun jika saya mengamati dan menanyakan langsung dari sekian banyak pedagang keliling maka SEBAGIAN BESAR mereka hanya mendapatkan hasil pas-pasan dan boleh dikatakan hanya untuk bertahan hidup tanpa memikirkan tabungan apalagi pengembangan usaha.

Baiklah mari kita coba membedah mengapa hal ini terjadi, dan kita akan soroti beberapa hal sangat sangat berperan penting buat perkembangan usaha kita kedepan.

1. Jenis makanan yang dijajakan

Apakah jenis makanan yang akan anda jajakan? Sebelum memutuskan untuk terjun sebagai pedagang jajanan keliling ada baiknya anda melakukan survey kecil-kecilan kira-kira makanan apa yang layak dijual dan diterima konsumen. Misal Mie Ayam, Bubur Ayam, Gado-gado, atau Nasi Goreng.

Namun saran saya, mengapa kita tidak melakukan terobosan baru dengan mempelajari membuat dan menjual sesuatu masakan yang pada umumnya di jual di cafe/restoran tapi kali ini kita perdagangkan secara keliling? Tapi masakan ini juga masih sangat diterima dan disukai konsumen. Atau mengkreasikan masakan yang sudah ada? Contoh : Nasi Goreng Buntut, Nasi Goreng Pattaya, Omelette Mie, Spagghetie Ayam pedas, Miso Soup Tofu, dan lain sebagainya sesuai kreasi anda.

2. Kualitas Masakan

Kualitas masakan sangat penting untuk MEMPERTAHANKAN konsumen. Pernahkah anda membeli makanan dari pedagang keliling namun karena kualitas masakan yang asal-asalan maka anda memutuskan untuk tidak membelinya sampai kapan pun? Ya, saya pernah mengalaminya.
Untuk itu perhatikanlah kualitas masakan seperti kelengkapan masakan, bumbu pendukung, saus (pergunakan saus yang layak) karena di cafe dengan harga Rp 7.000 menggunakan saus ber-merek kenapa kita tidak coba?

3. Keunikan Gerobak dan Nama Dagang

Hal ini sering sangat dilupakan padahal gerobak yang unik dan pemberian nama yang unik merupakan daya tarik utama untuk orang mencoba membeli. Cobalah meninggalkan kemasan gerobak keliling yang sangat kosong / satu warna cat bahkan terkadang tulisan nama hanya menggunakan cat yang ditulis asal-asalan.
Bukankah kita ingin menjadi pedagang keliling yang ingin menyerap pasar sebanyak-banyaknya agar usaha kita terus berkembang? Nah, untuk itu sudah saatnya kita melakukan inovasi, dan kita coba dari disain gerobak kita.


4. Pembeli harus menjadi Pelanggan

Mana yang lebih baik berdagang keliling 100 porsi/hari dengan satu gerobak dengan radius pejualan mencakup satu kecamatan atau sebagai penjual keliling 100 porsi/hari dengan satu gerobak hanya untuk satu RW?
Pastilah kita memilih opsi kedua yaitu dengan satu gerobak untuk satu RW. Karena kita menerapkan prinsip "Pembeli harus menjadi Pelanggan". Untuk dapat memenuhi prinsip ini maka point no.1,2 dan 3 harus benar-benar kita penuhi.

5. Kecepatan Pelayanan

Hal utama terakhir yang harus coba anda pelajari adalah kecepatan dalam menyajikan masakan. Apa jadinya kalau untuk mendapatkan 1 (satu) porsi makanan seorang pelanggan harus menunggu 15 menit? Untuk dapat memberikan kecepatan pelayanan kepada konsumen berlatihlah terus menerus dan temukan konsep-konsep pelayanan cepat saji dari masakan anda.

Jika anda memenuhi 5 hal diatas sebagai pedagang keliling mengapa Anda tidak mencoba untuk mendidik karyawan baru dan memperlebar radius penjualan anda? Jika berhasil maka anda layak disebut sebagai Wirausahawan.

21 Mei 2010

Haruskah Saya Berpindah Quadran?

Perpindahan qudran disini saya artikan sebagai perubahan konsep hidup dan kebiasaan yang harus dilakukan. Kali ini kita perpindahan quadran yang dimaksud adalah "Dari seorang Karyawan menjadi seorang Wirausahawan".

Sangat tidak mudah berpindah quadran jika poin-point dibawah ini belum benar-benar diputar arahnya :

a. Anda masih menikmati sebagai karyawan yang mendapat penghasilan tetap dan terukur setiap bulan.

b. Kesiapan mental Anda untuk menjalani prinsip hidup sebagai Wirausaha belum matang. Dan jika hanya bersifat pemaksaan maka hal tersebut hanya menimbulkan tekanan batin bagi Anda. Sebaiknya anda urungkan niat untuk berpindah quadran jika mental anda belum benar-benar siap.

c. Anda belum menemukan bagian apa yang harus anda kelola sebagai usaha anda.

Ketiga poin utama diatas harus menjadi pertimbangan yang serius sebelum Anda "memberanikan diri" berpindah quadran.
Sebab jika anda tidak bercermin terhadap tiga hal yang saya coba bagikan diatas maka rasa frustasi akan selalu menghampiri jika anda hanya melompat quadran dengan setengah hati.
Dengan merenungkan tiga point diatas "Haruskah Anda Berpindah Quadran?"

Note : "Hidup bukan paksaan namun keharusan yang harus kita jalani dengan menikmati dan mengucap syukur atas roda kehidupan itu sendiri"

19 Mei 2010

Besarnya Peluang Pasar Beternak Bebek

Bebek yang termasuk keluarga unggas beberapa dekade kebelakang tidaklah sepopuler ayam. Banyak alasan yang menyebabkan menu yang terbuat dari bebek tidaklah sepopuler ayam antara lain : Baunya yang amis, dagingnya yang lebih keras, lemaknya lebih banyak dari daging ayam sehingga lebih sulit dicerna, dll. Namun seiring perkembangan jaman saat ini maka Bebek sudah semakin dilirik oleh banyak orang, terlihat dari munculnya berbagai jenis Resto yang khusus menyajikan masakan khas bebek seperti Red Duck, Bebek Betutu, Bebek Bakar Kendil, Bebek Kayu Tangan, Bebek Presto, atau pedagang Bebek Penyet kaki lima dan lain sebagainya.
Nah, sekarang kenapa tidak melirik peluang usaha ini. Kita tinggal memilih sebagai pengolah masakan daging bebek dengan membuka rumah makan atau sebagai peternak?

Kedua-duanya memiliki kendala masing-masing, namun apalah artinya kendala didepan jika niatan kita sudah bulat.

Jika anda ingin memutuskan membuka rumah makan khusus bebek olahan maka yang pertama harus Anda siapkan adalah Menu Andalan yang memiliki citarasa dan menjual. Tentunya anda harus mempelajari cara dan teknik memasaknya terlebih dahulu baru setelah itu berpikir untuk mencari nama rumah makan anda, tempat dan modal awal untuk membukanya.

Namun jika Anda lebih tertarik menjadi peternak maka ada beberapa persyaratan yang harus anda penuhi , antara lain :

1. Target Pasar
Saya membuat target pasar sebagai prioritas pertama karena pada dasarnya Sistem beternak bebek ada 2 type yaitu sistem kering atau sistem basah pada kandang bebek. Secara umum sistem kandang kering adalah anda tidak wajib membutuhkan kolam tempat pemandian bebek sedangkan sistem kandang basah adalah anda wajib memiliki kolam atau aliran sungai sebagai syrat utama lahan ternak bebek.
Jika target pasar Anda hanyalah sebagai penjual daging bebek potong maka sistem kandang kering cukup tepat karena anda hanya beternak bibit/DOD Jantan.
Sedangkan jika target pasar anda sebagai penjual bebek potong sekaligus penjual telur bebek dan pembibitan maka diwajibkan memiliki sistem kandang basah. (@red : Info tentang cara beternak bebek dapat dilihat di web Dinas peternakan / web terkait)

2. Lahan
Lahan peternakan harus benar-benar anda persiapkan dan sebaiknya dipilih yang sedikit jauh dari daerah pemukiman.

3. Bibit / DOD
Pemilihan bibit itik/DOD unggul sangatlah penting buat kualitas peternakan kita, dan untuk hal ini anda sebaiknya berkonsultasi dengan Dinas Peternakan setempat atau peternak bebek dari daerah lain yang sudah cukup berhasil dalam beternak.

4. Bergiatlah mencari pasar / pembeli.

Saya meyakini jika empat hal ini sudah bebar-benar tergambar di benak pembaca yang tertarik dengan peluang usaha ini maka segala jalan akan dibukakan-Nya bagi kita umat-Nya yang sungguh-sungguh melakukan usaha. Salam.

18 Mei 2010

Harumnya Laba Kopi Rasa Buah

Sumber | KOMPAS

Bisnis minuman kopi merupakan bisnis yang berumur panjang. Soalnya, penggemar kopi sudah ada sejak dulu dan terus ada hingga sekarang. Masyarakat pun semakin kreatif meracik varian kopi.

Salah satu varian yang mulai tren akhir-akhir ini adalah kopi bercampur ekstrak buah. Adalah Ala'din F&B Management yang mencoba memopulerkan kopi rasa buah di Bandung, sejak Januari lalu.

Salah satu pemilik Ala'din F&B Management, Taufik Effendi, menuturkan, ide bisnis ini berawal dari keinginannya menikmati kopi beraroma buah seperti yang dilakukan penduduk di Lampung. Ketika coba meracik kopi dengan sirup, dia gagal mendapatkan rasa yang pas. "Rasa buahnya kalah tertutupi kopi," kisah Taufik membuka obrolan.

Lalu, dia menggandeng rekannya yang merupakan pedagang sekaligus peracik kopi di Lampung. Setelah itu, ia berhasil mendapatkan komposisi kopi dan buah yang pas. Lantas, dia berpikir membisniskan bubuk kopi rasa buah itu.

Dia mulai menyusun konsep usaha kopi buah bertipe booth dengan merek dagang Fruit Coffee Ala'din. Nama ini dipakai karena masih satu grup dengan kemitraan Pisang Ijo Ala'din. Ada tujuh varian kopi yang disediakan, yaitu Original, Stroberi, Durian, Melon, Moka, Lychee, dan Anggur.

Dia menawarkan paket kemitraan ini sejak Januari lalu. Saat ini sudah ada tujuh mitra di Bandung, lima mitra di Jakarta dan Tangerang, dan lima mitra di Sumatera Barat.

Menurut Taufik, pihaknya tidak mengoperasikan gerai sendiri supaya fokus mengembangkan dan memasarkan produk, serta mengelolanya. "Dengan cara ini, kami berharap brand berkembang lebih cepat, tanpa harus keluar modal besar," ungkapnya.

Produk tak mudah basi

Tidak sulit menjadi mitra Fruit Coffee Ala'din. Mitra cukup menyiapkan lokasi, karyawan dan investasi Rp 7,5 juta. Modal itu mencakup satu booth, shaker, termos es, pemanas air, seragam, pelatihan pegawai, dan initial fee selama lima tahun.

Keunggulan bisnis ini karena produk yang dijual tidak mudah basi. Bahan bubuk kopi siap saji bisa tahan sampai tiga bulan. Selain itu, belum banyak pesaing sehingga pasar masih terbuka. Taufik juga memastikan pasokan bahan baku bagi mitra. "Kami mengemas dalam sachet supaya menjaga kualitas produk di setiap gerai," ungkapnya.

Harga secangkir fruit coffee minimal Rp 5.500. Mitra boleh menjual lebih mahal, sesuai lokasi. Setidaknya, mitra mengantongi keuntungan bersih Rp 2.500 per cup.

Menurut Taufik, kopi aroma buah ini sebaiknya dipasarkan di sekitar sekolah atau kampus. Cuma, kelemahannya, saat liburan, mitra harus mencari tempat alternatif.

Taufik memperkirakan, penjualan harian setiap gerai sekitar 50 cup atau sachet. Alhasil, mitra bisa balik modal dalam hitungan 4 bulan.

Salah satu mitra Fruit Coffee Ala'din di Bandung, Desy Amaliati Setiawan, menuturkan, ia memilih kemitraan ini karena produknya unik. Selain itu, nilai investasinya cukup terjangkau.

Booth miliknya beroperasi sejak Februari silam. Ia menempatkan booth di salah satu rumah makan yang aksesnya dekat dengan kampus. Namun, karena produk baru, dia harus rajin mempromosikan dagangannya, seperti lewat Facebook dan membuat sampel dalam cangkir kecil. "Dengan penjualan berkisar 30-60 cup sehari, saya berharap balik modal dalam hitungan lima bulan," katanya

Information :

Ala'din F&B Management
Jl.Cibodas Baru No.13 Antapani, Bandung
Telp. 022-92718835


14 Mei 2010

Menyelami, Memahami dan Mengolah Ceruk Pasar

Ceruk Pasar atau Niche Market dapat diartikan sebagai celah pasar yang dapat direbut oleh produsen/pedagang dari kompetitor yang memasarkan suatu produk sejenis sehingga jumlah konsumen semakin banyak lagi yang terjaring memanfaatkan / membeli produk mereka.

Contoh perebutan ceruk pasar sudah sangat terlihat secara kasat mata. Contoh yang paling sering kita lihat dan dengar adalah persaingan memperebutkan Konsumen diantara Operator telepon seluler. Telkomsel dengan kartu As / Simpati, Indosat dengan Mentari / IM3, XL Axiata dengan XL-nya, dan lain sebagainya.
Sesama Operator saling memperebutkan pasar dengan mengeluarkan strategi-strategi marketing dengan terlebih dahulu melakukan survey dan evaluasi atas apa yang dibutuhkan oleh Konsumen dan sembari melihat kelemahan-kelemahan competitor.

Ok, contoh diatas terlalu jauh untuk kita analisa. Sekarang kita coba contoh yang sederhana saja.

Ceruk Pasar pada Pedagang Pecel Lele / Lele Penyet

Di banyak daerah di Pulau Jawa kita akan menjumpai banyak sekali pedagang Pecel Lele, bahkan disuatu lokasi yang biasanya yang dekat dengan Kampus dan kost-kostan jarak antara lapak pedagang sangat berdekatan dan dalam jumlah yang cukup banyak. Dan tujuan mereka yang utama adalah mendapatkan pelanggan.
Agar seorang pedagang pecel lele dapat survive maka sebaiknya dia sudah harus memulai membuat analisa kecil-kecilan. Yang pertama sebaiknya dia lakukan adalah membandingkan jumlah pengunjung antara lapak-nya dengan lapak-lapak pedagang lainnya dan memperhatikan frekuensi kedatangan pengunjung yang sama ke warung-nya.

Jika dari sekian banyak pedagang pecel lele di daerah-nya dan warung-nya yang paling banyak di kunjungi maka bersyukurlah karena anda pasti sudah memiliki PELANGGAN dan hal itu sudah pasti dipengaruhi oleh rasa yang pas dilidah pelanggan dan mungkin penyajian anda yang cukup baik.

Namun lain halnya jika pengunjung ke warung anda cukup minim. Maka anda harus membuat langkah-langkah revolusioner untuk menarik jumlah pengunjung dan memperoleh PELANGGAN. Beberapa masukan dari saya adalah;

a. Rasa
Pada umumnya pedagang pecel lele mengandalkan rasa sambal untuk menarik minat pengunjung. Untuk hal ini mengapa kita tidak mencoba membuat beberapa variasi sambal misalnya 3 variasi saja, coba sajikan sambal tomat, sambal goreng special, sambal pedas kacang. Semoga dengan variasi sambal ini dapat memberi variasi pilihan bagi pengunjung.

b. Nasi
Jika kebanyakan pedagang pecel lele hanya menyajikan nasi putih biasa saja, bukankah sedikit lebih baik kita membuat variasi lainnya seperti menyediakan Nasi yang di Uduk / santan atau Nasi Minyak.

c. Variasi Menu
Biasanya pedagang pecel lele menyediakan menu lele maupun ayam, untuk hal ini kita harus sedikit revolusioner seperti menyiapkan juga menu-menu lain yang lebih variatif seperti menambah menu Nasi Goreng yang bercita rasa, Burung Puyuh, Bebek, atau menu lainnya yang jelas masih dapat dimasak dengan fasilitas dapur masak yang ada.

d. Penyajian
Coba berikan penyajian yang lebih menghargai pengunjung, seperti memperhatikan kebersihan, Fasilitas makan seperti Tissue yang bukan menggunakan tissue toilet :), sendok yang sebaiknya anda bungkus dengan kertas tissue sebelum digunakan, tusuk gigi, dan lain sebagainya yang mendukung buat penyajian.


Itulah sedikit contoh agar kita dapat survive memanfaatkan Ceruk Pasar, intinya adalah pengembangan-pengembangan tanpa meninggalkan cirikhas dasar kita. Semoga bermanfaat.

Writed by : Parningotan Sipahutar

13 Mei 2010

Gairah Berbisnis Online di Seantero Jagad

Dunia maya / Internet bukan seperti yang saya kenal 10-12 tahun lalu yang hanya difungsikan untuk e-mail dan chating. Namun saat ini dunia maya dengan didukung perangkat dan teknologi canggih dan ide-ide brilian dari seluruh stakeholder telah difungsikan secara optimal. Sehingga saat ini muncul yang namanya Bisnis Online / Marketing Online / Kantor Online / dll yang PASTI kesemuanya bertujuan untuk menghasilkan Profit.

Dengan perkembangan pengguna Internet saat ini maka model pemasaran secara Konvensional sudah mulai dialihkan ke model pemasaran online, dimana si Penjual maupun si pembeli tidak harus bertemu secara langsung tetapi apa yang dibutuhkan kedua belah pihak tercapai. Wow...mengagumkan.

Pertanyaannya bagi pemula adalah bagaimana cara saya memulai usaha dengan jaringan online? Ini merupakan pertanyaan yang memang harus dipecahkan dan harus diberi solusi.

Dasar-dasar utama yang perlu kita miliki dalam berbisnis online antara lain :

1. Produk
Sebaiknya kita sudah memiliki suatu jenis produk baik itu berupa riil produk/fisik maupun dalam bentuk jasa yang dapat dipasarkan.

2. Memiliki pengetahuan tentang Internet
Jika ingin berbisnis di dunia online, Anda wajib mengetahui dasar-dasar aplikasi Internet seperti e-mail & web-browsing. Selanjutnya anda dapat belajar menggunakan Blog (Blogspot atau Wordpress, dll). Blog merupakan sarana web gratisan yang sangat manjur untuk dimanfaatkan sebagai sarana pemasaran produk-produk kita.
Web jaringan sosial seperti facebook juga merupakan salah satu sarana yang dapat kita gunakan sebagai advetiser produk-produk kita.

3. Fokus
Fokus pada suatu jenis produk yang ditawarkan sangat penting karena dalam pemasaran online pun kita harus memiliki ciri khusus agar produk kita mudah dikenal. Mudah dikenal?? ya ini merupakan hal penting pertama dalam pemasaran produk kita. Secara berlahan-lahan kita harus belajar trik-trik marketing melalui jaringan online. Dan pelajaran ini tergantung kita sendiri atau dapat kita pelajari dari Tutorial atau dari Web Trader yang sudah berpengalaman, semuanya sudah tersedia banyak di Internet tinggal kita memilah-milah mana bagian yang cocok dan pas dengan sasaran pasar kita.

Saya hanya sampaikan 3 (tiga) dasar jika ingin memulai Bisnis/Usaha melalui jaringan Online. Selanjutnya kita dapat mengembangkannya sendiri dengan Keseriusan dan Ketekunan. Selamat bagi yang berani memulai.

Contoh - contoh Bisnis Online :
1. Jual Pakaian
http://ingridsueteng.blogspot.com
http://grosir-baju.blogspot.com
http://merpatigallery.blogspot.com

2. Jual Barang Elektronik
http://falan4ever.blogspot.com
http://tokoelektroniks.blogspot.com

3. Jual Sepatu
http://sepatu-trendy.blogspot.com
http://chexosfutsal.blogspot.com

4. Jasa / Broker
http://beragamusaha.blogspot.com

5. Lain-Lain
http://www.inessenco.com

11 Mei 2010

Siapa Pedagang dan Siapa Pengusaha?

Pedagang dan Pengusaha merupakan dua hal yang berbeda tetapi juga sama. Namun pedagang belum dapat dikategorikan sebagai Pengusaha sedangkan Pengusaha pastilah berbasis pada perdagangan baik dalam bentuk produk barang maupun jasa.
Pedagang tidak disebut sebagai pengusaha karena ada perbedaan visi dan misi diantara keduanya. Seorang Pedagang muncul karena tidak ada pilihan lain untuk pekerjaan lain seperti pedagang asongan, pedagang makanan (warung tenda, bakso keliling, dll), pedagang sayur mayur dan sebagainya. Dimana mereka hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek dan tidak memiliki visi jauh kedepan.

Tetapi seorang pedagang akan disebut sebagai pengusaha jika dia dapat terlepas dari visi sempit diatas dengan melakukan pengembagan strategis. Seperti halnya jika dulunya dia seorang pedagang sayur mayur maka dia akan kita sebut sebagai pengusaha jika dia telah berkembang bukan hanya sebagai direct sales kepada konsumen namun telah mampu mengelola produk sayur mayur menjadi komoditi perdagangan yang mencakup beberapa/banyak distributor dan telah mampu menciptakan pasar.

Dari hal tersebut dapat kita katakan bahwa Pengusaha sudah pasti kita sebut sebagai pedagang yang memiliki visi dan misi yang jauh kedepan dan mampu menciptakan pasarnya sendiri sedangkan seorang Pedagang tidak dapat serta merta kita sebut sebagai seorang pengusaha.

Namun terlepas dari apapun itu, jika kita ingin menjadi seorang pengusaha kita harus berlatih untuk menjadi seorang pedagang terlebih dahulu karena sifat seorang pedagang tidak bisa terlepas dari jati diri seorang pengusaha.

Well, just Do It.

9 Mei 2010

Ide Usaha Langsung di Aplikasikan

Kali ini saya mau menceritakan pengalaman teman saya,
Pada awal awal 2010 teman saya terkena PHK dari sebuah perusahaan asing karena perusahaannya kalah Tender sehingga perusahaan tempat dia bekerja langsung mem-PHK Middle Staff mulai dari site manager, project manager dan country manager termasuk didalamnya teman saya tersebut yang berjabatan sebagai Project Manager (baru 1 bulan disandangnya sebelum PHK).

Apa dikata setelah PHK dia sama sekali tidak berminat lagi melamar pekerjaan lain dan berpikir untuk berwirausaha.
Ide pertama-nya : Berniat menjual minuman es kelapa kemasan dan sasaran pasarnya adalah Mal, sekitar dua minggu dia mencari tempat namun setiap mal yang dia survey penuh dan walaupun ada tempat tempatnya benar-benar tidak strategis.
Bingung????? yup dia sempat bingung, tapi dia tidak mau berlama-lama dan mencoba berkomunikasi dengan saudaranya.
Ide pun terbersit yaitu bisnis Warnet. Dan setelah kalkulasi maka untuk membuka warnet dibutuhkan dana sekitar 100jt. wah problem pun muncul karena mereka hanya punya uang 40jt pas. Sewa tempat, beli unit komputer, kursi, meja, pembuatan kamar2, sewa provider, dan pengeluaran lain lai?????? bingung awalnya.
Namun karena sudah tekat dia pun mulai mengkalkulasi ulang dan memutar otak untuk benar-benar menggunakan modal yang ada.
1. Masalah Komputer
Pada awalnya mereka berencana membeli PC baru namun hal itupun harus di tiadakan dengan mencari komputer-komputer bekas baik yang masih nyala maupun yang sudah mati. Dan akhirnya mereka berhasil mendapatkan beberapa komputer dengan harga yang cukup murah dan memperbaikinya sendiri sehingga mereka berhasil mendapat 12 unit komputer yang siap pakai dan hanya menghabiskan dana 5 jt. Wow.....
2. Masalah Pembuatan kamar2
Awalnya mereka ingin membuat skat dengan menggunakan papan seperti buatan olypic gitulah.... tapi niat ini dibatalkan karena harga yg cukup mahal dan akhirnya mereka hanya menggunakan gorden. Untuk skat setiap room mereka hanya menghabiskan dana 175 ribu..... wow....benar2 pengiritan
3. Kursi dan Meja Komputer
awalnya mereka berencana membuat kursi sebagai tempat duduk namun hal ini diurungkan karena selain biaya yang terlalu mahal namun juga masalah space ruangan. sehingga diputuskan kursi ditiadakan dan tempat duduk lesehan pun menjadi solusi. dan mereka cukup hanya membeli karpet. Sedangkan meja mereka sesuaikan dan memutuskan untuk menukanginya sendiri dengan membeli triplek dari tempat2 orang madura. uang yang dihabiskan untuk ini semua hanya 675rb rupiah.
4. Sewa Tempat
Teman saya tidak mengambil tempat di daerah yang dekat dengan kampus atau sekolah seperti usaha warnet pada umumnya. Tetapi mengambil tempat didaerah pemukiman bisa tetapi usaha warnet dipastikan belum menjamur di daerah tersebut. Dia pun menyewa ruko dengan biaya sewa 20jt/tahun tetapi dengan "bujuk rayu" uang sewa bisa dicicil. heheheh....
4. Sewa Provider
Kunci usaha warnet adalah kecepatan, dan teman saya sangat memahami tentang hal tersebut sehingga dia menyewa provider sendiri yang dijamin kualitas servisnya.
untuk hal ini dia mengeluarkan biaya 6jt rupiah.

Akhirnya bisnis warnetnya yang bernama Logicom pun berhasil didirikan. Sebulan berjalan warnetnya masih sepi-sepi saja, namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena info dari mulut ke mulut sangat manjur sehingga saat ini dia sdah berhasil mendapat omset 7-8 jt/bulan. dan sekarang dia berniat membuat usaha sampingan di halaman depan rukonya yaitu cafe kecil2an dengan menu ringan yg spesial....

Nah. sekarang PHK bukan alasan untuk terpuruk tetapi pecut untuk maju asalkan dibarengi KERJA KERAS dan Ide yang ada langsung jalankan, jangan kelamaan mikir, hehehe, itu Tips dari teman saya dan juga Om Bob Sadino (dapat membaca artikel saya sebelumnya).

Ok, salam dari orang Goblok

7 Mei 2010

Menjadi Wirausaha Dengan Berpikir Goblok


Pada Kamis malam, 06 mei 2010 saya mengikuti wawancara yang dilakukan sebuah televisi swasta nasional kepada sesorang pengusaha yang sudah cukup dikenal yaitu Om Bob sadino.
Bagaimana gak mudah dikenal?? Dengan gayanya yang "konyol" dan sedikit nyentrik dengan selalu memakai setelan celana pendek yang terkesan itu-itu saja (tapi ternyata di punya lusinan setelan yang sama lho...)maka Om Bob sangat mudah ter-identifikasi, hehehe....

Namun bukan gayanya dan stylenya aja yang berpedoman FREEDOM tetapi pemikirannya juga.
saya cukup tertarik dengan pemikiran beliau yang mengatakan " Kalau mau menjadi pengusaha harus "MENGGOBLOKKAN DIRI" terlebih dahulu".
Alasan beliau sederhana saja, "kalau kita menggoblokkan diri maka kita tidak perlu berpikir panjang-panjang untuk memulai usaha, jika ada IDE terbersit langsung "LAKSANAKAN", pendalaman tentang Ide usaha tersebut ya Learning by Doing aja" begitu kata Om Bob dengan gayanya yang kocak dan sedikit nyeleneh....

Saya sangat meng-amini apa yang dikatakan Om Bob tersebut karena dengan menggoblokkan diri alias orang yang merasa tidak tau apa-apa secara otomatis dia akan lebih merendah dan menghilangkan batas-batas kesombongan dalam diri sekalipun dia seseorang yang punya banyak pengetahuan.

Keuntungan yang diperoleh orang yang "Menggoblokkan Diri" :

1. Lebih banyak melakukan daripada berpikir terlalu panjang dan akhirnya menyerah karena perkiraan-perkiraan.

2. Dapat belajar dari siapapun mulai dari pemulung, tukang semir sepatu, pedagang asongan, pedagang kelontong, supir angkot, penjual mie ayam, karyawan profesional, sampe pengusaha handal, dengan kata lain tidak membatasi Sumber Ilmu Pengetahuan.

3. Lebih terampil mengatasi Kegagalan karena pada awalnya dia sudah "menganggap diri Goblok" jadi kalau jatuh gak sakit-sakit amat, hehehe....

Ide Usaha apa yang akan langsung Anda jalankan??? Semoga dapet pencerahan dari Tuhan Yang Maha Pengasih, Amin.

Writed by : Parningotan Sipahutar