For The Best Future

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

For The Best Live

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

Good Way

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

Don't Stop For Trying

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

Here I Am

Berkarya Dengan Semangat dan Doa

3 Sep 2012

Melepas Penat Di Pulau Tidung

Liburan Panjang Lebaran Tahun 2012 ini, Oh iya SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI bagi Teman-Teman yang merayakanya MOHON MAAF LAHIR & BATIN.
Liburan panjang karena libur Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus hanya berbeda 2 hari dengan Idul Fitri yang jatuh tanggal 19 Agustus 2012 yang lalu. Jadi liburan tersebut harus di manfaatkan sebaik-baiknya.  

PULAU TIDUNG, mungkin sebagian teman-teman masih asing mendengarnya dibanding Pulau Untung Jawa atau Pulau Bidadari di Kepulauan Seribu. Tapi tidak sedikit pula teman-teman yang pastinya sudah tau tentang pulau ini dan bahkan telah pernah mengunjunginya, ok ini tak menjadi soal teman-teman sudah pernah kesana atau belum tapi tulisan saya ini hanya memberikan gambaran bahwa wisata pulau kita cukup banyak dan memiliki keindahannya tersendiri.

Dalam 1 pekan sebelum lebaran saya sudah 2 kali kepulau Tidung, yang pertama bersama rombongan Keluarga besar yang jumlahnya 43 orang (Pindahan!!!) dan yang kedua bersama sahabat-sahabat saya.
 Photo : Di Kapal berkapasitas 150 penumpang

 
Akses ke Pulau Tidung :
Pada keberangkatan pertama tanggal 11 Agustus 2012, saya tidak bisa ikut rombongan yang berangkat pagi hari melalui Pelabuhan Nelayan Muara Angke tapi saya nyusul untuk keberangkatan siang hari karena paginya saya masih masuk kantor.

Nah  minim informasi mengenai rute ke Pelabuhan Muara Angke dan jadwal keberangkatan kapal, 
akhirnya saya sedikit berlelah-lelah. Tapi melalui informasi dari saudara yang pertama berangkat ada kapal yang berangkat jam 12.00 WIB

Dari Informasi tersebut maka jam 10.00 WIB, saya berangkat dari  kantor yg terletak di daerah Cililitan dengan menggunakan Busway arah Pluit, berhubung buswaynya hanya sampai Grogol, saya pun Transit di halte Grogol-2 untuk melanjutkan Busway kearah Pluit tapi saya tidak sampai halte Pluit melainkan turun di halte busway Penjaringan ( halte sebelum halte Pluit). Persis didepan halte (nyeberang dulu brow..) yang berhadap-hadapan dengan Emperium Mall Pluit telah ngetem Angkot B-01 tujuan muara angke dan saya pun naek angkot tersebut.

Berhubung angkot B-01 yang saya tumpangin tidak sampai masuk kedalam pelabuhan Angke (alasan sopirnya mau makan...), saya hanya turun persis di Jembatan kearah pelabuhan dan bayar ongkos Rp 3000,-. Saya jalan terus kekiri sekitar 20 meter dan kemudian nyebrang kemudian jalan lurus (kagak ngerti pelabuhannya sebelah mana). Akhirnya nanya ke orang sekitar, Pelabuhan ke pulau seribu dimana ya pak?? karena memang orang sono si bapak dengan sigap mengarahkan, " lurus aja terus mas, sampai ketemu POM Bensin, nah itu sdh pelabuhan, masuk aja lewat lorong persis disebelah POM tersebut.
Dengan mengikuti jalan yg diarahkan si bapak tersebut akhirnya saya sampai di pelabuhan ya kira2 500 meter lah jaraknya.

Sesampainya di Pelabuhan Nelayan saya coba tanya ke pak Polisi yang kebetulan bertugas di area tersebut, dan saya pun KAGET karena berdasarkan keterangan pak Polisi tersebut bahwa tidak ada keberangkatan kapal siang dari Pelabuhan Nelayan (pelabuhan lama), tapi si pak Polisi memberi saran agar saya ke Pelabuhan KALI BARU, "naik ojek sepeda aja mas, yang ada di pojok lorong situ, pasti dianterin ke sana" kata pak Polisi tersebut.
Mengikuti kata2 bapak tersebut saya langsung menuju keluar lorong  dan memanggil ojek sepeda yang sudah banyak ngetem disitu, dan langsung meminta diantarkan ke Pelabuhan KALI BARU.
Kira-kira 10 menit perjalanan dengan Ojek Sepeda akhirnya saya sampai di Pelabuhan Kali Baru. Dan bayar ongkos ojek Rp 7.000,-

Saat sampai di area loket ternyata sudah lumayan banyak orang yang ingin menuju pulau seribu, saya pun langsung membeli tiket ke loket, Tapi si petugas loket langsung berkata, "Loket buka jam 12.00 mas, mau kemana??" saya jawab ke pulau Tidung. Berapa orang mas? hanya sendiri, jawab saya.
si petugas berkata :" Tasnya di susun saja mas sesuai urutan dan sesuai tujuan".
Disebelah kiri loket saya melihat sudah banyak TAS yang tersusun sesuai antrian dan tujuan keberangkatan dan saya pun langsung meletakkan Tas saya sesuai antrian.

Pertama-tama saya heran dan aneh juga melihat prosedur pembelian tiketnya, ternyata setelah tanya-tanya baru saya tahu bahwa kapal yang akan kita tumpangi adalah KAPAL KERAPU berkapasitas hanya 25 (Dua puluh lima) orang kecuali kalau Kita berangkat dari Pelabuhan Nelayan Lama (tempat pertama yang saya tuju) Kapalnya besar-besar dan berkapasitas sekitar 150-200 orang, sehingga dengan keterbatasan kapasitas dengan menggunakan KAPAL KERAPU maka wajib hukumnya untuk antri. Berarti MOTTO nya : "YANG DATANG DULUAN, YANG BERANGKAT TERLEBIH DAHULU. JIKA KAPASITAS PENUH, MAAF ANDA HARUS BATAL BERANGKAT :)".

Jam 12 loket dibuka, dan kami yang telah menyusun tas sebelumnya mengantri lagi sesuai urutan tas, setelah bayar Tiket Kapal seharga Rp 30.000,  akhirnya saya dapat tiket ke Tidung.
Sekitar jam 12.45 kami sudah naik ke kapal sesuai tujuan masing-masing, dan wesssss... mesin kapal pun dinyalakan dan kami berangkat. Wow cepat juga nih kapal, dan kita serasa melayang  didalamnya. Sebelum sampai di pulau Tidung, kapal bersandar terlebih dahulu di Pulau Untung Jawa kemudian Pulau Lancang untuk menurunkan penumpang di pulau-pulau tersebut, dan dalam waktu sekitar 1 Jam 15 menit akhirnya saya sampai di pulau TIDUNG.

Wow saya merasa lelah perjalanan hilang....saat melihat air laut di sekitar dermaga Tidung cukup jernih dan ikan-ikan kelihatan berenang-renang didalamnya.


Photo : Wellcome to Tidung Island
Sampai di Derrmaga saya turun dan langsung menuju Jembatan Cinta, karena info dari rekan2 mereka sudah disana sedang bersantai,  berenang dan sebagian bersnorkling ria. Karena tidak tau dimana jembatan cinta saya pun naik bentor (becak motor) dan diantar ke Jembatan Cinta (bayar Rp 10.000,) ternyata jalan kaki juga tidak jauh2 amat dan tidak susah karena keluar dermaga langsung belok kanan, lurus terus..... sudah sampai di Jembatan cinta (jalan kaki sekitar 15 menit-an).

Sampai di jembatan cinta saya merasa lelah saya semakin hilang karena melihat dan merasakan suasana laut yang indah dan bening. Berjalan menyusuri jembatan cinta menuju Pulau Tidung Kecil (Posisi keluarga dan rekan-rekan saya sedang bersantai) sungguh mengesankan.


Photo : Jalan menuju Jembatan Cinta
 Photo : Menatap Sunset dari Jembatan Cinta + Lagi berenang disekitar Jembatan Cinta

Info Penginapan :
Di Pulau Tidung tidak ada Villa, Cottage apalagi Hotel, yang ada hanya perumahan-perumahan yang dikelola warga sekitar menjadi penginapan. Harga perkamar berkisar Rp 250.000,- per malam. Kalau dihari libur akhir pekan biasa kita tidak perlu khawatir tidak dapet penginapan, tapi akan sangat sulit dapat penginapan di hari-hari libur panjang atau hari libur besar.


 Wahana hiburan di Pulau Tidung :
Banana Boat, Dounat Boat, Snorkling, Berenang di pantai, Loncat dari Jembatan Cinta, Memancing.

Malam hari Kita bisa Barbeque-an karena di hampir setiap penginapan yang posisinya menghadap pantai pasti ada fasilitasnya dan Kita tinggal menghubungi nelayan setempat atau yang jaga penginapan untuk membeli ikan dan bahan-bahannya.



 Kelemahan Wisata Pulau Tidung :
Karena tempat wisata Pulau yang baru di kelola sekitar 3 tahunan, sehingga masih banyak kekurangan disana-sini, seperti fasilitas, akses, dan wahana hiburan yang masih belum variatif.
Air juga menjadi kendala di Pulau Tidung, bukan volumenya melainkan rasanya yang Payau dan sedikit berlendir.

Photo : Menikmati Pantai Tidung Kecil
Info Tambahan : 

- Pulau Tidung terbagi 2 pulau yaitu Tidung Besar dan Tidung Kecil.
- Posisi Tidung kecil diseberang Tidung Besar dan dapat di tuju melalui Jembatan Cinta.
_ Cobalah mengeliligi sisi pantai Pulau Tidung Kecil dan Anda akan mendapat sensasi lain dari hanya sekedar berenang disekitar Jembatan Cinta. (sekitar 2 jam mengelilinginya - itu sdh termasuh photo-photo).
- Pergunakanlah pelampung jika ingin berenang karena masih banyak terdapat Bulu Babi di sebagian tempat di Pulau Tidung.
- Kapal menuju Tidung ada 2 lokasi yaitu di Pelabuhan Lama Muara Angke dan Pelabuhan Baru (Kali Baru).
- Tibalah paling lambat jam 6 pagi jika Anda ingin menuju Tidung menggunakan kapal pagi yang berangkat jam 7.00 WIB, terserah Anda mau berangkat dari Pelabuhan lama atau dari Kali Baru. Dan tibalah paling lambat jam 11.30 WIB jika kita ingin keberangkatan Kapal siang hari melalui Kali Baru.
Photo : Ber-Snorkling Ria
- Jangan takut gak makan, karena Pulau Tidung dihuni oleh sekitar 4000 penduduk, dan sistem perekonomiannya sudah berjalan dan telah banyak warung-warung yang menjajakan makanan

Photo : Lagi Nunggu Makan Siang (Di Warung Padang, sekitar 400 meter sebelum Jembatan Cinta)


Jika Anda dan Keluarga atau Teman ingin berlibur di pantai atau pulau, Pulau Tidung adalah salah satu pilihan yang cukup baik. Dan dari pulau ini Anda juga bisa melanjutkan wisata ke pulau Pramuka atau Pulau Bidadari.
=SALAM INDONESIA KU=